Masih Limbung Selesai Asian Games

Masih Limbung Selesai Asian Games – Jonatan Christie sukses jadi juara di Selandia Baru Terbuka akhir minggu kemarin. Titel itu semestinya dapat membuat Jonatan lebih yakin diri serta tidak berdiri di dua bagian.

Jonatan sudah lama diinginkan jadi pemain besar. Semenjak dia masuk pelatnas pada 2013, Jonatan berjalan dengan beberapa asa jika dianya dapat menjelma jadi bintang besar.

Dari sisi permainan, Jonatan selalu tunjukkan perubahan kualitas dari tahun ke tahun. Semenjak 2016, Jonatan bahkan juga telah dihandalkan jadi pemain tunggal di Piala Thomas

Jonatan sukses merampas medali emas SEA Games 2017, tanda-tanda jika dia wajar diakui bawa nama negara di arena multi moment.

Jonatan dapat menaklukkan beberapa pemain papan atas seperti Lin Serta, Shi Yuqi, Chou Tien Chen, sampai Son Wan Ho. Tetapi belumlah ada titel BWF Tur yang dicapai oleh Jonatan.

Jonatan Christie telah diinginkan jadi pemain papan atas lama.Jonatan Christie telah diinginkan jadi pemain papan atas lama. (Dok. PBSI)
Di tahun 2017, Jonatan sudah sempat sukses masuk final di Thailand serta Korea. Tetapi di Thailand dia kalah dari Sai Praneeth serta roboh di depan Anthony Ginting di Korea.

Masuk ke tahun 2018, tampilan Jonatan termasuk jeblok di paruh awal hingga kemudian dia dapat menjadi juara Asian Games 2018. Selama gelaran Asian Games, Jonatan dapat tunjukkan level permainan paling baik.

Shi Yuqi, Khosit Phetpradab, Wong Wing Ki, Kenta Nishimoto, serta Chou Tien Chen jadi lawan-lawan yang dikalahkan Jonatan untuk mendapatkan medali emas.

Bila merujuk pada tampilan Jonatan awalnya, kesuksesan di Asian Games jelas adalah surprise mengagumkan.

Masih Limbung Selesai Asian Games

Sesudah menjadi juara Asian Games, sudah sempat ada asa Jonatan dapat lebih berkelanjutan serta konstan. Tapi fakta yang ada, Jonatan masih seringkali tampil angin-anginan.

Jonatan dapat dengan cemerlang menaklukkan Shi Yuqi serta Kidambi Srikanth berturut-turut, tetapi lalu kalah dari Anton Antonsen di Indonesia Masters.

Jonatan Christie masih seringkali tampil inkonsisten.Jonatan Christie masih seringkali tampil inkonsisten. (Dok. Humas PBSI)
Jonatan dapat tidak diduga kalah dari Subhankar Dey di Swiss, tetapi lalu dapat menuai kemenangan berturut-turut atas Kento Momota serta Viktor Axelsen di Malaysia.

Lihat perform paling akhir Jonatan di final lawan Ng Ka Long Angus, Jonatan sukses tunjukkan level permainan paling baik. Dia sukses melupakan empat kekalahan berturut-turut dari Ng Ka Long di duel awalnya.

Jonatan pada akhirnya dapat melepas dahaga serta mencapai titel pertama di BWF Tur. Setelah sukses di Selandia Baru, asa supaya Jonatan dapat semakin berprestasi pasti akan lebih muncul.

Lihat beberapa pemain yang berada di barisan 10 besar, tidak ada nama yang betul-betul superior atas Jonatan. Ini yang perlu jadikan modal untuk yakin diri.

Dua Bagian Jonatan Christie
Tetapi tidak cuma yakin diri melawan pemain papan atas, Jonatan butuh mawas diri saat berduel lawan beberapa pemain yang berada di bawahnya.

Jonatan Christie sekarang ini masih berdiri di dua bagian.Ada bagian saat dianya dapat kelihatan hebat serta menumbangkan beberapa pemain jagoan, tetapi ada juga bagian saat Jonatan seperti lupa langkah keluarkan level paling baik di lapangan.

Satu tahun mendekati Olimpiade, Jonatan butuh semakin banyak mendapatkan titel supaya bisa jadi satu diantara favorite juara di Olimpiade akan datang. Lebih banyak titel di tangan sepanjang satu tahun ke depan, kemenangan Jonatan di Olimpiade jadi satu hal yang lebih sangat mungkin, bukan satu surprise.