Ngaku Alami Kekerasan Verbal Secara Psikis, Titik Jalani Pemeriksaan Psikologi

Ngaku Alami Kekerasan Verbal Secara Psikis, Titik Jalani Pemeriksaan Psikologi – Istri Kepala Dinas Perhubungan Bojonegoro Iskandar, Titik Purnomosari ada ke Mapolda Ja-tim buat penuhi panggilan penyidik. Titik menekuni pengecekan jadi korban juga sekaligus saksi atas perkara perzinaan suaminya.

Gak cuma dikontrol penyidik, Titik pula menekuni pengecekan psikologi di RS Bhayangkara Polda Ja-tim. Pengecekan ini berkat Titik mengakui dapatkan kekerasan verbal dengan cara psikis dari suaminya.

” Ya dikontrol psikis saja, penyidik psikotes demikian. Lantaran laporannya kan diberikan clausal KDRT, bab psikis saja, ” kata Titik selesai pengecekan di Mapolda Ja-tim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (23/4/2019) .

Di peluang yg sama, Kuasa Hukum Titik, Ferry Juan pula memberi tambahan kekerasan yg dilaksanakan suami Titik bukan dengan cara fisik yg dapat disaksikan lewat visum. Akan tetapi kekerasan dengan cara verbal.

” Sama dengan laporan ibu Titik perihal kekerasan psikis, bukan fisik namun psikis. Bila kekerasan fisik bermakna ada visum et repertum. Saat ini dalam kekerasan psikis sama dengan undang-undang KDRT kita dapat bikin alat bukti visum jadi bahan tuntutan di pengadilan, namun namanya bukan visum et repertum dalam soal psikis kekerasan psikis namanya visum psikiotrapikum buat psikis, ” ujar Ferry.

Kala di tanya hasilnya, Ferry memberi tambahan clientnya alami traumatik. Perihal ini bertambah kuatkan apabila clientnya alami kekerasan dengan cara psikis dari suaminya.

Gak cuma itu, kala pengecekan, anak Titik ikut pula dikontrol. Hasilnya, mereka pula alami traumatik.

” Ibu udah menekuni tes barusan serta memperoleh ringkasan traumatis. Mempunyai arti, bisa dibuktikan alami kekerasan psikis. Anaknya pula dikira alami kekerasan psikis pula, ” katanya.

Dikabarkan awal mulanya, Titik memberikan laporan suaminya Iskandar yg dikira berselingkuh dengan Kepala dinsos Pasuruan, Nila Wahyuni Subiyanto. Titik memberikan laporan Iskandar dengan clausal perzinaan.

Tidak hanya itu, Titik pula lengkapi laporannya dengan video porno kedua-duanya kala berselingkuh. Dalam laporannya, Titik menuliskannya dirinya sendiri kerapkali dapatkan kekerasan dengan cara verbal. Umpamanya dengan ultimatum dari suaminya tidak untuk melapor sampai menebar video porno itu.