Petugas Amankan Ular Berbisa Tinggi yang Dikemas dalam Plastik Aluminum Foil

Petugas Amankan Ular Berbisa Tinggi yang Dikemas dalam Plastik Aluminum Foil – Petugas Karantina Padang Lokasi Kerja Bandara Internasional Minangkabau mengamankan ular beresiko berbisa tinggi yang dikemas dalam satu kotak plastik dibalut aluminum foil. Untuk mengelabui petugas, bungkusan paket ular ditulisi ‘keripik rendang’.

Ular berbisa dalam paket keripik rendang itu diketemukan petugas di Bandara Internasional Minangkabau pada Kamis (11/4/2019) jam 19.30 WIB. Petugas mencurigai terdapatnya suatu yang meresahkan dalam paket kardus yang dikirim oleh satu diantara ekspedisi.

Keraguan petugas berawal dari info yang didapatkan dari petugas aviation security yang tengah bekerja mengecheck barang lewat X-ray di gudang kargo bandara.

“Sesudah dibuka, nyatanya diketemukan ular berbisa tinggi memiliki ukuran lumayan besar dari penangkapan awal mulanya. Diprediksikan panjangnya 40-50 cm,” kata tutur petugas Paramedik Veteriner, Yendrizal, pada wartawan di Padang, Jumat (12/4).

Menurut Yendrizal, sesudah dikerjakan kontrol serta identifikasi, didapati ular itu termasuk juga type yang begitu berbisa serta mematikan di Indonesia.

Identifikasi itu berdasar pada katalog ular asli Indonesia serta sesuai dengan beberapa ciri ular berdasar pada spesies, warna, motif sisik, dan bentuk kepala serta ekor ular itu.

“Ular yang diambil alih itu adalah Indonesian Pit Viper atau trimeresur us insularis, non-Appendix ataukah tidak dilindungi tapi berbisa,” jelas ia.

Ular itu sangat terpaksa ditahan sebab tidak penuhi kriteria sesuai dengan Undang-Undang Nomer 16 Tahun 1992, yakni tanpa ada diperlengkapi dengan sertifikat kesehatan (health certificate) dari daerah asal.

Diluar itu, pemilik tidak memberikan laporan atau menyerahkan pada petugas karantina.