Seorang Petugas KPPS di Bekasi yang Meninggal Didiagnosa Alami Komplikasi Muntaber

Seorang Petugas KPPS di Bekasi yang Meninggal Didiagnosa Alami Komplikasi Muntaber – Petugas KPPS yg wafat di Bekasi semakin bertambah. Kesempatan ini, korban bernama Sudirjo (66) wafat lantaran dikira kepayahan selesai perhitungan nada pemilu 2019.

” Beliau bekerja di TPS 126 dari pagi (17/4) hingga pagi (18/4) jam 9. 00 WIB, hingga keadaan beliau gak sehat . Ia merekap data-data yg bakal diserahkan (berwujud) C1 dan seterusnya ke kelurahan, ” kata relasi korban, Imam Kuswari, di Jalan Panaitan I, nomer 9, RT 4/14, Perumnas 3, Aren Jaya, Kota Bekasi, Selasa (23/4/2019) .

Sudirjo baru menuntaskan pekerjaannya pada besok harinya, (18/4) . Imam gak menyaksikan ada sinyal tanda Sudirjo alami sakit kala itu.

Pada Senin (22/4) , Sudirjo jatuh sakit. Imam mengemukakan Sudirjo alami sesak napas.

” Nah tanggal 22 (April) , Ia terasa sesak nafas, beliau dibawa ke RS Sentosa, ” kata Imam.

Sudirjo dikatakan wafat pada Selasa (23/4) siang. Analisis dokter, Sudirjo alami komplikasi muntaber.

Hal semacam itu, ucapkan Imam, resiko dari kepayahan kerja kala hari H pemilu 2019.

” Jelas aspek kepayahan itu pastinya, ” kata Imam.

Ketua KPU Kota Bekasi, Nurul Sumarheni, ikut berbela sungkawa atas wafatnya Sudirjo. Dia sangatlah terpukul atas soal yg di alami Sudirjo.

” Ini hari, tadi siang nyata-nyatanya ada lagi anggota KPPS yg wafat. Jadi ini cukuplah bikin saya terpukul kawan-kawan yg udah kerja di akar rumput mereka sebagai garda paling depan implementasi demokrasi, ” kata Nurul.

Keseluruhan, 3 petugas KPPS di Kota Bekasi wafat gara-gara kepayahan kerja. Sebelum Sudirjo, dua yang lain ialah Ketua KPPS 81 Kranji Ahmad Salahudin (43) serta Ketua KPPS 31 Bojong Rawalumbu Fransiskus Asis Ismantara (53) .